Bek sayap muda yang dimiliki oleh tim Liverpool, yaitu Trent Alexander-Arnold memiliki mimpi yang sangat besar untuk menjadi kapten Liverpool di masa mendatang. Hal inilah yang mampu menjadi motivasi dirinya untuk selalu bermain bagus dan konsisten bagi Liverpool.

Pada laga melawan Aston Vila (2-11-2019) Trent Alexander-Arnold akan melakoni laga ke 100 bagi Liverpool dengan umur yang masih muda, yakni 21 tahun dan penampilannya yang terus berkembang tentu mencapai impian untuk menjadi suksesor kapten Liverpool seperti Steven Gerrard tentu sangat mungkin diwujudkan.

Trend Alexander-Arnold merupakan pemain muda akademi Liverpool yang berhasil diorbitkan oleh pelatih Jurgen Klopp dan berhasil untuk menembus skuad utama. Walaupun jam bermain masih terbilang minim karena harus bersaing dengan pemain senior Nathaniel Clyne. Namun akibat dari seringnya cedera yang dialami oleh Nathaniel Clyne menjadikan Trent Alexander-Arnold menjadi pilihan utama dari Jurgen Klopp.

Perjudian yang dilakukan oleh pelatih Liverpool Jurgen Klopp terbilang berhasil untuk lebih berani memainkan Trent Alexander-Arnold. Hal ini terbukti dengan Liverpool yang berhasil menembus final Liga Champions 2 kali berturut-turut dan memenangkan salah satunya dengan mengalahkan Tottenham Hotspur di final liga Champions edisi 2019.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan Reuters,  kelahiran Inggris 21 tahun silam ini mengutarakan niatnya untuk berangan-angan bisa menjabat sebagai kapten dari Liverpool suatu hari nanti. Meskipun begitu Ia tidak akan mempermasalahkan mengenai terwujud atau tidaknya impian tersebut karena seluruh kewenangan dalam pemilihan ban kapten adalah wewenang dari pelatih.

Namun Trent Alexander-Arnold berjanji akan selalu bersikap profesional dalam bermain untuk hasil terbaik yang bisa didapatkan oleh Liverpool. Segala impian yang diutarakan untuk menjadi kapten akan dijadikan motivasi besar supaya permainannya terus berkembang lebih dan lebih baik lagi ke depannya.

Trent Alexander-Arnold lahir di kota Liverpool pada tanggal 7 Oktober 1998, jika dihitung sekarang, maka usianya barulah menginjak 21 tahun. Sedari awal pemuda ini memang masuk pada akademi Liverpool dan mengklaim bahwa Liverpool adalah rumahnya dan tidak ada biat sedikit pun untuk pergi berseberang ke klub lain.

Karier pemuda dengan nomor punggung 66 ini terbilang sangat menjanjikan. Pada level domestik, duet bek sayap Liverpool antara Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson telah memberikan 23 assist pada kompetisi 2018/2019 untuk mengantarkan Liverpool bertengger pada posisi ke 2 klasemen akhir. Sebagai individu, Trent Alexander-Arnold telah mencatatkan diri sebagai bek dengan assist paling banyak sepanjang 1 musim liga Inggris dengan torehan 12 assist pada musim 2018/2019.

Pada perhelatan liga Champions pun pemuda yang satu ini tidak bisa diremehkan. Dengan umur 21 tahun dan dipercaya sebagai punggawa bek kanan pada 2 final tentu menjadi nilai tersendiri di mata pelatih. Terlebih lagi aksi cerdasnya pada pertandingan semi final melawan Barcelona tentu tidak akan pernah dilupakan. Tendangan pojok yang diambil dengan cerdas saat pemain Barcelona kurang sigap mampu dikonversikan menjadi gol. Inilah momen bersejarah yang menjadikan Liverpool mampu mendapatkan kemenangan secara comeback terhadap Barcelona yang sebelumnya kalah pada leg pertama dengan skor 3-0.

Potensi yang sangat besar dari Trent Alexander-Arnold yang mampu ditemukan dan dipoles oleh Jurgen Klopp menjadikan kini ia masuk pada jajaran pemain timnas Inggris. Dengan  ditempa dengan panggung kompetisi yang sangat besar tentu dengan umur mudanya menjadikan mimpi dari Trent Alexander-Arnold untuk menjadi Kapten Liverpool bisa sangat mungkin terwujud.

Share