Juventus memang berhasil meraih hasil positif pada giornata ke-10 Serie A Liga Italia musim 2019-2020 ini dengan membekuk Genoa. Menjamu Genoa di Allianz Stadium pada Rabu, (30/10/19), hasilnya Si Nyonya Tua memetik kemenangan tipis 2-1 atas tamunya.

Meski begitu rupanya kemenangan tersebut tidak luput dari sorotan dan tidak sedikit para pendukung Juventus yang jantungnya dibuat berdebar-debar melihat bagaimana tim kesayangannya sempat bersusah payah untuk meraih kemenangan. Dari hasil statistik pertandingan ini mencatat jika tim besutan Maurizio Sarri ini sejatinya cukup mendominasi dengan 53% ball possession, serta membuat 27 tembakan meski hanya menghasilkan 11 shots on target dengan dua di antaranya berujung gol. Sedangkan statistik dari tim tamu adalah membuat total 8 tembakan dan tiga di antaranya mengarah ke gawang.

Bermain di depan pendukungnya sendiri, Juventus sempat mengalami kebuntuan di 30 menit pertama dan baru bisa mencetak gol di menit ke-36. Meneruskan umpan Rodrigo Bentancur, Leonardo Bonucci sukses melesakkan bola ke gawang Genoa yang dikawal oleh Ionu Andrei Radu. Tetapi keunggulan Juventus hanya bertahan selama empat menit saja lantaran Genoa mampu menyamakan kedudukan berkat gol Christian Kouame di menit 40.

Hingga babak pertama berakhir, skor sementara masih imbang 1-1 dan di babak kedua ini Juventus benar-benar kesulitan membobol gawang lawannya. Selain itu di babak kedua ini jalannya pertandingan semakin keras di mana wasit sampai mengeluarkan tiga kartu merah di mana satu kartu untuk tuan rumah.

Adalah Adrien Rabiot yang menerima kartu kuning keduanya di menit ke-87 sementara itu pemain Genoa, Francesco Cassata, diganjar kartu kuning yang kedua di menit ke-51 disusul dengan kartu merah yang diterima Federico Marchetti pada menit 57. Meski lebih unggul dalam jumlah pemain, Juventus tidak berhasil memanfaatkannya dan skor 1-1 ini masih belum berganti hingga menit ke-90.

Hingga akhirnya di masa injury time babak kedua tepatnya pada menit ke-93 inilah Juventus memastikan kemenangan mereka. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan oleh Antonio Sanabria terhadap Cristiano Ronalo, membuat wasit menjatuhi hukuman penalti. Maju sebagai eksekutor, Ronaldo dengan dingin melesakkan bola ke gawang Genoa lewat titik putih sekaligus memastikan timnya menang 2-1.

Hasil ini menunjukkan jika Juventus dalam beberapa laga terakhirnya memang cukup kesulitan untuk mendapatkan kemenangan besar. Selain itu ini juga bukan kali pertama mereka meraih kemenangan dengan meraih skor tipis yang mana ini cukup membuat para pendukungnya dibuat geregetan. Ada catatan yang cukup menarik sejak Juventus dilatih Sari sejauh ini di musim 2019-2020 ini.

Setidaknya jawara bertahan Serie A musim lali ini sudah 10 kali memetik kemenangan di semua ajang dan hanya dua kali saja mereka berhasil menang dengan mencatatkan selisih lebih dari satu gol. Yaitu ketika menundukkan SPAL dua gol tanpa balas di pentas Liga Italia Serie A. Kemudian usai menundukkan Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions yang berakhir dengan skor cukup telak 3-0.

Selanjutnya sebanyak delapan kemenangan mereka yang lain alias 80% dari raihan tiga angka di musim ini didapatkan dengan hanya mencatatkan kemenangan tipis yang cuma terpaut satu gol. Lihat saja di Liga Italia ketika mereka menang atas Parma dengan skor 1-0 kemudian Napoli dengan skor akhir 4-3, selanjutnya Hellas Verona, Brescia, Inter Milan serta Genoa yang semuanya berakhir dengan skor 2-1.

Di ajang Liga Champions juga Juventus mengalahkan Lokomotiv Moskva dengan hasil akhir 2-1 kemudian mereka mesti tampil habis-habisan hingga akhir kala menundukkan Parma, Hellas Verona serta Brescia juga Bologna. Sedangkan ketika menang atas Napoli, Inter Milan, Lokomotiv Moskwa dan Genoa ini Juventus baru bisa mencetak gol kemenangan mereka di saat-saat akhir.

Memang berkaca dari catatan tersebut ada sisi positifnya di mana terlihat betul kematangan mental juara yang dimiliki oleh Ronaldo dan kawan-kawan. Mereka sama sekali tidak menyerah dan terus berusaha untuk menggapai kemenangan hingga menit-menit akhir pertandingan. Tetapi di sisi lainnya, Juventus-nya Sarri ini seolah mengalami kesulitan dalam mengamankan hasil yang didapat dengan meraih kemenangan telak.

Sebagai pembanding, dari 35 kemenangan yang mereka dapatkan di musim lalu di seluruh ajang, hanya 17 kemenangan yang mereka dapatkan dengan selisih satu gol yang mana artinya itu hanya sebesar 48%. Rupanya problem yang tengah dihadapi timnya juga mendapat respons dari sang pelatih dalam komentarnya selepas laga kontra Genoa.

Seperti dilansir dari Football Italia dalam berita bola, eks pelatih Chelsea ini mengatakan jika timnya seharusnya bisa membuat lebih banyak gol. Menurutnya, timnya punya rata-rata yang cukup rendah dan bukan hanya dalam tembakan yang berbuah gol saja, tapi juga shots on target.

Susunan pemain inti kedua tim :

Juventus (4-3-1-2) : G. Buffon, J. Cuadrado, L. Bonucci, D. Rugani, A. Sandro, B. Matuidi (A. Ramset 61), R. Bentancur, S. Khedira (A. Rabiot 61), F. Bernardeschi (D. Costa 79), C. Ronaldo, P. Dybala

Genoa (4-2-3-1) : I. Radu, P. Ghiglione, C. Romero, C. Zapata, P. Ankersen, F. Cassata, L. Schone, G. Pandev (S. Gumues 68), K. Agudelo (I. Radovanovic 84), C. Kouame (A. Sanabria 81), A. Pinamonti

Share