Momen comeback dalam sepak bola tentu menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi pihak yang kalah. Bagaimana tidak sakit! Kemenangan yang ada di depan mata bisa berubah menjadi kekalahan secara dramatis pada waktu akhir. Sudah cukup banyak sejarah comeback dramatis tang terjadi dan salah satunya yang terjadi baru-baru ini dan dialami oleh klub sepak bola dari negara Ekuador bernama Barcelona Sporting Club.

Sebuah klub sepak bola biasanya dibuat dengan unsur kedaerahan seperti halnya Manchester United di Inggris dan AC Milan di Italia. Namun berbeda dengan Barcelona SC di Ekuador. Pembuatan dari klub sepak bola Barcelona Sporting Club tidak mengikuti nama tempat atau daerah yang ada di Ekuador. Seorang imigran yang berasal dari Barcelona bernama Eutimio Perez menjadi seorang yang berjasa untuk mendirikan klub sepak bola ini. Nama Barcelona disematkan menjadi nama klub karena terinspirasi kota kelahiran dari sang pendiri. Hal ini tentu menjadi sebuah kemiripan dengan sang saudara jauh FC Barcelona Spanyol yang sama-sama sebagai klub besar dan merajai daerahnya.

Kepemilikan nama dan logo yang mirip ternyata secara kebetulan juga bernasib serupa. Inilah yang terjadi antara Barcelona SC Ekuador dan sang empunya, FC Barcelona Spanyol. Masihkah Anda ingat dengan kejadian comeback fantastis AS Roma terhadap Barcelona di fase perempat semi final Liga Champion Eropa edisi 2017-2018?  Nah, kali ini hal tersebut terulang kembali dengan sangat mirip pada tahun 2019. Kali ini yang mengalaminya adalah klub sepak bola asal Ekuador dengan nama Barcelona SF.

Pada gelaran perempat final liga Champions tahun 2017-2018, FC Barcelona menghadapi wakil dari Italia, yaitu AS Roma. Pada leg pertama di Camp Nou, El Barca mampu menaklukkan AS Roma dengan skor 4-1 melalui sontekan Lionel Messi, Andres Iniesta, Pique, dan Luis Suares. AS Roma hanya mampu membalas 1 gol yang dilesatkan oleh Edin Dzeko. Dengan skor kemenangan yang cukup besar ini tentu menjadikan Barcelona percaya diri dan di atas angin untuk bermain leg 2 di Olimpico Roma.

Namun takdir berkata lain, kemenangan 4-1 yang sebelumnya diraih tidak bisa  membawa Barca melaju pada babak semi final. Aksi heroik yang ditujukan oleh AS Roma menjadikan pertandingan berkesudahan dengan keunggulan 3-0 melalui gol Edin Dzeko, Danielle D Rossi, dan Kostas Manolas. Dengan keunggulan 3 gol tanpa balas menjadikan agregat sama, yaitu 4-4. Namun berkat sistem gol tandang-kandang menjadikan AS Roma unggul dan berhak melaju ke fase semi final liga Champions.

Peristiwa yang sama juga dialami oleh sang saudara jauh Barcelona SC dari Ekuador. Momen comeback hadir pada saat gelaran Copa Ekuador dimana tim ini dikalahkan oleh klub Delfin. Jalannya comeback terbilang sama persis terjadi. Pada leg pertama yang digelar di kandang sendiri, Barcelona SC menang terhadap Delfin dengan skor 4-1.  Namun lagi-lagi nasib buruk menghampiri klub Barcelona KW ini. Delfin mampu menyamakan agregat gol menjadi 4-4 dengan kemenangan kandang 3-0. Merujuk pada sistem gol home-away, maka Delfin berhak melaju ke partai final Copa Ekuador.

Peristiwa comeback yang sama persis ini tentunya menjadi sebuah cerita menarik bagi klub Barcelona SF. Dengan kepemilikan nama dan logo yang sama dan peristiwa 1 tahun lalu yang terulang menjadikan klub Barcelona asal Ekuador ini merasakan sebuah kegagalan yang sama seperti halnya dialami oleh Lionel Messi dan kawan-kawan saat disingkirkan oleh AS Roma pada gelaran perempat Liga Champion.

Share