Author: Yanti Heryanti (Page 2 of 2)

Kena Comeback Lawan, Barcelona Ekuador Senasib dengan Messi dkk Musim 2017-18

Momen comeback dalam sepak bola tentu menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi pihak yang kalah. Bagaimana tidak sakit! Kemenangan yang ada di depan mata bisa berubah menjadi kekalahan secara dramatis pada waktu akhir. Sudah cukup banyak sejarah comeback dramatis tang terjadi dan salah satunya yang terjadi baru-baru ini dan dialami oleh klub sepak bola dari negara Ekuador bernama Barcelona Sporting Club.

Sebuah klub sepak bola biasanya dibuat dengan unsur kedaerahan seperti halnya Manchester United di Inggris dan AC Milan di Italia. Namun berbeda dengan Barcelona SC di Ekuador. Pembuatan dari klub sepak bola Barcelona Sporting Club tidak mengikuti nama tempat atau daerah yang ada di Ekuador. Seorang imigran yang berasal dari Barcelona bernama Eutimio Perez menjadi seorang yang berjasa untuk mendirikan klub sepak bola ini. Nama Barcelona disematkan menjadi nama klub karena terinspirasi kota kelahiran dari sang pendiri. Hal ini tentu menjadi sebuah kemiripan dengan sang saudara jauh FC Barcelona Spanyol yang sama-sama sebagai klub besar dan merajai daerahnya.

Kepemilikan nama dan logo yang mirip ternyata secara kebetulan juga bernasib serupa. Inilah yang terjadi antara Barcelona SC Ekuador dan sang empunya, FC Barcelona Spanyol. Masihkah Anda ingat dengan kejadian comeback fantastis AS Roma terhadap Barcelona di fase perempat semi final Liga Champion Eropa edisi 2017-2018?  Nah, kali ini hal tersebut terulang kembali dengan sangat mirip pada tahun 2019. Kali ini yang mengalaminya adalah klub sepak bola asal Ekuador dengan nama Barcelona SF.

Pada gelaran perempat final liga Champions tahun 2017-2018, FC Barcelona menghadapi wakil dari Italia, yaitu AS Roma. Pada leg pertama di Camp Nou, El Barca mampu menaklukkan AS Roma dengan skor 4-1 melalui sontekan Lionel Messi, Andres Iniesta, Pique, dan Luis Suares. AS Roma hanya mampu membalas 1 gol yang dilesatkan oleh Edin Dzeko. Dengan skor kemenangan yang cukup besar ini tentu menjadikan Barcelona percaya diri dan di atas angin untuk bermain leg 2 di Olimpico Roma.

Namun takdir berkata lain, kemenangan 4-1 yang sebelumnya diraih tidak bisa  membawa Barca melaju pada babak semi final. Aksi heroik yang ditujukan oleh AS Roma menjadikan pertandingan berkesudahan dengan keunggulan 3-0 melalui gol Edin Dzeko, Danielle D Rossi, dan Kostas Manolas. Dengan keunggulan 3 gol tanpa balas menjadikan agregat sama, yaitu 4-4. Namun berkat sistem gol tandang-kandang menjadikan AS Roma unggul dan berhak melaju ke fase semi final liga Champions.

Peristiwa yang sama juga dialami oleh sang saudara jauh Barcelona SC dari Ekuador. Momen comeback hadir pada saat gelaran Copa Ekuador dimana tim ini dikalahkan oleh klub Delfin. Jalannya comeback terbilang sama persis terjadi. Pada leg pertama yang digelar di kandang sendiri, Barcelona SC menang terhadap Delfin dengan skor 4-1.  Namun lagi-lagi nasib buruk menghampiri klub Barcelona KW ini. Delfin mampu menyamakan agregat gol menjadi 4-4 dengan kemenangan kandang 3-0. Merujuk pada sistem gol home-away, maka Delfin berhak melaju ke partai final Copa Ekuador.

Peristiwa comeback yang sama persis ini tentunya menjadi sebuah cerita menarik bagi klub Barcelona SF. Dengan kepemilikan nama dan logo yang sama dan peristiwa 1 tahun lalu yang terulang menjadikan klub Barcelona asal Ekuador ini merasakan sebuah kegagalan yang sama seperti halnya dialami oleh Lionel Messi dan kawan-kawan saat disingkirkan oleh AS Roma pada gelaran perempat Liga Champion.

Share

Robertson Ditaksir Madrid, Liverpool Tegaskan Takkan Menjualnya

Berita bola kali ini datang dari klub dengan pemilik gelar Liga Champions Eropa paling banyak, yaitu Real Madrid. Dikabarkan dari media Spanyol jika klub yang Bermarkas di Santiago Bernabeu ini mencari sosok bek kiri untuk menjadi penerus Marcelo yang dirasa sudah berumur.

Walaupun sudah membeli bek kiri muda Ferland Mendy, namun dengan umurnya yang masih muda tentu belum mendapatkan kepercayaan penuh dari sang pelatih Zinadine Zidane.  Untuk itu, pihak Real Madrid diberitakan tertarik untuk meminang bek kiri terbaik dari Liverpool, yaitu Andrew Robertson.

Real Madrid memang gencar untuk membenahi skuad mengingat setelah ditinggal mega bintang Cristiano Ronaldo, seolah Real Madrid telah kehilangan taringnya. Kegagalan demi kegagalan baik di Liga Champions ataupun liga domestik membuat mereka harus segera berbenah untuk bisa bersaing dengan Barcelona ataupun Atletico Madrid.

Salah satu sektor yang tentunya perlu menjadi perhatian khusus adalah bek kiri. Kini Madrid menyisakan Marcelo dan Nacho untuk mengisi bek kiri. Namun mengingat keduanya rentan dengan cedera,  tentu membuat Real Madrid perlu menambah amunisi bek kiri dengan mendatangkan Andrew Robertson.

Mungkin 2 tahun lalu tidak ada yang mengenal Andrew Robertson. Andrew Robertson dibeli oleh Liverpool pada musim 2017-2018 dari klub Hull City dengan nilai transfer sebesar 9 juta pounds. Awal dari permainan Andrew Robertson memang tidaklah baik. Robertson masihlah kalah bersaing dengan James Millner pada posisi bek kiri. Butuh waktu hingga 6 bulan untuk Robertson bisa dipercaya mengisi posisi bek kiri oleh pelatih Liverpool Jurgen Klopp.

Dengan arahan dari Jurgen Klopp, Robertson memang kini menjadi tipikal bek kiri pekerja keras yang tak kenal lelah untuk menjaga sisi kiri pertahanan Liverpool. Kapten dari timnas negara Skotlandia ini berhasil untuk memberikan assist sebanyak 11 kali selama gelaran Liga Inggris 2018-2019. 11 assist ini menyamai rekor assist dari pemain bertahan paling banyak di sepanjang liga.

Tentunya hal ini menjadikan Robertson tidak hanya pandai dalam menjaga pertahanan, namun juga rajin untuk membantu serangan. Hal inilah yang menjadikan Real Madrid ingin sekali merekrutnya karena memiliki kesamaan tipe dengan Marcelo yang sama-sama ganas baik bertahan ataupun menyerang.

Robertson telah menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia. Duetnya dengan Trent Alexander-Arnold telah mengantarkan klub yang dibelanya, yakni Liverpool untuk meraih titel paling bergengsi Liga Champions tahun 2019. Tentunya hal ini menjadikan nilai jualnya pasti melambung sangat tinggi.

Pada perhelatan Liga Champion, Robertson terbukti mampu meredam pergerakan dari Lionel Messi. Hal inilah yang tentunya dibutuhkan oleh Real Madrid mengingat Messi adalah faktor penghambat gelar yang sering ditemui baik di liga ataupun kejuaraan Liga Champions.

Namun keinginan dari Real Madrid untuk meminang Andrew Robertson nyatanya hanya akan bertepuk sebelah tangan. Surat kabar Defensa Central sendiri mengabarkan jika peluang dari Real Madrid untuk mendapatkan jasa bek kiri Liverpool ini sangatlah kecil karena Jurgen Kloop enggan untuk menjualnya.

Walaupun pada awal musim Jurgen Klopp rela untuk melepas Robertson kepada klub lain yang mau membayar 50 juta pounds, namun kini hal tersebut ditarik kembali. Performa yang terus menanjak menjadikan  Jurgen Klopp berujar jika tidak akan menjual Robertson hingga beberapa musim ke depan berapa pun nilainya. Jadi bisa dibilang jika peluang dari Real Madrid untuk mendapatkan jasa Andre Robertson tidak akan terlaksana pada bursa transfer musim ini dari situs berita bola terpercaya.

Share

Page 2 of 2